Racik Jitu
I wish this yearbook is thicker. I don’t want to stop reminiscing :) (Taken with instagram)

I wish this yearbook is thicker. I don’t want to stop reminiscing :) (Taken with instagram)

Wooow instagram on androiit (Taken with instagram)

Wooow instagram on androiit (Taken with instagram)

You know, with few edits and tweaks, almost every spot in jakarta is photogenic. :D

You know, with few edits and tweaks, almost every spot in jakarta is photogenic. :D

kuudew:

fuckyeahganeca:

via fuckyeahteknikkimia.tumblr.com

TAPI. ingat beberapa hal ini:
ukuran kertas yang digunakan untuk cheat sheet. A4 1 halaman, A4 1 lembar, 1/2 A4 bulak balik, 2 lembar A4 bulak balik, dll.
ketentuan menulis cheatsheet. apakah ditulis tangan, atau boleh diketik. kalau boleh diketik, gunakan font Calibri 5pt. haha. kalau ditulis tangan, perhatikan juga warna tinta yang digunakan. sebagian dosen menyuruh menulis cheatsheet dengan tinta selain hitam.
bagilah kertas untuk cheatsheet minimal menjadi 4 bagian. percayalah, membagi cheatsheet kurang dari 4 bagian akan boros.
tulislah dengan huruf yang jelas. jangan menyusahkan diri sendiri. ingat, perkecillah spasi antar baris. biar hemat.
tulislah semua rumus. tanpa terkecuali. sekali ke-skip satu rumus, anda bisa menyesal. apalagi kalau si rumusnya saling bergantung satu sama lain. :D


Ga ngalamin cheatsheet 1/4 A4 ya?

kuudew:

fuckyeahganeca:

via fuckyeahteknikkimia.tumblr.com

TAPI. ingat beberapa hal ini:

  1. ukuran kertas yang digunakan untuk cheat sheet. A4 1 halaman, A4 1 lembar, 1/2 A4 bulak balik, 2 lembar A4 bulak balik, dll.
  2. ketentuan menulis cheatsheet. apakah ditulis tangan, atau boleh diketik. kalau boleh diketik, gunakan font Calibri 5pt. haha. kalau ditulis tangan, perhatikan juga warna tinta yang digunakan. sebagian dosen menyuruh menulis cheatsheet dengan tinta selain hitam.
  3. bagilah kertas untuk cheatsheet minimal menjadi 4 bagian. percayalah, membagi cheatsheet kurang dari 4 bagian akan boros.
  4. tulislah dengan huruf yang jelas. jangan menyusahkan diri sendiri. ingat, perkecillah spasi antar baris. biar hemat.
  5. tulislah semua rumus. tanpa terkecuali. sekali ke-skip satu rumus, anda bisa menyesal. apalagi kalau si rumusnya saling bergantung satu sama lain. :D

Ga ngalamin cheatsheet 1/4 A4 ya?

photojojo:


“No matter how sophisticated the camera, the photographer is still the one that makes the picture”
-Doug Bartlow

Love inspiring photography quotes? We post ‘em every week on our Instagram stream!

Ah. How true.

photojojo:

“No matter how sophisticated the camera, the photographer is still the one that makes the picture”

-Doug Bartlow

Love inspiring photography quotes? We post ‘em every week on our Instagram stream!

Ah. How true.

Taken with Instagram at de’Excelso®

Taken with Instagram at de’Excelso®

Converse. (Taken with instagram)

Converse. (Taken with instagram)

Starbucks. (Taken with instagram)

Starbucks. (Taken with instagram)

ladycanna:

biancavirina:

CLICK THE SQUARES.

THE WHOLE WORLD NEEDS TO KNOW ABOUT THIS.

THIS THIS THIS THIS!

THIS IS SUPER!

Who created this? You’re BRILLIANT! D:

woooow, nice onee!!

dydiarifien:

fuckyeahjtug:

Apakah ini yang dinamakan blunder social media? Karena ngga follow account ini dan bukan penonton TV One, gue terus terang ngga tau masalahnya apa, tapi sepertinya banyak penonton TV One yang kurang suka dengan metode stasiun TV yang satu ini dalam meliput bencana alam di sekitar Gunung Merapi sehingga menyampaikan kekesalannya melalui Twitter. Mungkin karena saking banyaknya respon negatif, admin account ini terbawa emosi ketika melihat banjir mention yang muncul.
Sebagai account (yang sepertinya) resmi, ini jelas bukan respon yang pantas dan pengirim twit di atas pasti lupa bahwa ada dia punya lebih dari 150 ribu follower yang di antaranya pasti akan ada yang meritwit dan itu akan dibaca oleh mereka yang tidak follow account @TVOneNews.
Dengan mengusulkan para penontonnya untuk pindah ke saluran hiburan atau lawak, ini menjadi sesuatu yang cukup lucu dan memprihatinkan. Lucu karena ada kesan merajuk, memprihatinkan karena meminta pemirsa untuk menonton saluran TV lain yang berarti mengalihkan potensi penonton iklan.
Kalau ada staff agency yang melihat twit ini (dan dijamin pasti banyak), pasti reaksi mereka adalah untuk tidak lagi beriklan di TV One karena pemirsa diminta untuk menonton saluran lain. Atau setidaknya meminta penjelasan dari pihak TV One atas isi twit tersebut. Agency yang belum beriklan di TV One juga akan berpikir ulang ketika menganjurkan klien ketika menentukan media penempatan iklan.
Respon yang lucu justru datang dari account @pemirsa:
saya (@pemirsa) tidak pernah sekalipun (apalagi terus-menerus) memaki @tvOneNews seperti yg dituduhkan admin akun tsb.
-@amasna
[update] Permohonan maaf dari Ardi Bakrie atas nama TV One.
Dear tweeps,sy mewakili mngmnt tvOne,meMOHON MAAF yg sedalam-dalamnya,serta dr lubuk hati yg plg dlm atas tweet [tersebut] APAPUN alasannya, sngt TDK PANTAS utk sbh social media resmi,yg mewakilkan prsahaan utk menuliskan hal trsbt,utk itu kami akn memberikan PERINGATAN KERAS kpd ybs.Sekali lg, mohon dibukakan pintu maaf atas hal trsbt. Wass.

hahaha.. you know what? i really want to say “i’ve told you so” for those whose still tune in with TVOne (by all means) bcs: unbelievably stupid anchors asking for the same question hundreds of time in 5 minutes (i don’t know his name), or so many stupid Qs (e.g. Speaker: “…the system is running smoothly, the train was still running on high speed while the red light is on…”; Anchor: “…what’s the meaning of red light?…”; Speaker: “…of course it means you have to stop…” -Argo Bromo Train Crash Case —well if i was the speaker i would answer by “did you really graduate from elementary school, or did you bribe the headmaster to make you pass the test? for god’s sake !@#$%^&*”), or the anchors ACTING smart (but for real..hello suckers, you can’t play smart when you’re obviously not!)

love this comment from dydiarifien!

dydiarifien:

fuckyeahjtug:

Apakah ini yang dinamakan blunder social media? Karena ngga follow account ini dan bukan penonton TV One, gue terus terang ngga tau masalahnya apa, tapi sepertinya banyak penonton TV One yang kurang suka dengan metode stasiun TV yang satu ini dalam meliput bencana alam di sekitar Gunung Merapi sehingga menyampaikan kekesalannya melalui Twitter. Mungkin karena saking banyaknya respon negatif, admin account ini terbawa emosi ketika melihat banjir mention yang muncul.

Sebagai account (yang sepertinya) resmi, ini jelas bukan respon yang pantas dan pengirim twit di atas pasti lupa bahwa ada dia punya lebih dari 150 ribu follower yang di antaranya pasti akan ada yang meritwit dan itu akan dibaca oleh mereka yang tidak follow account @TVOneNews.

Dengan mengusulkan para penontonnya untuk pindah ke saluran hiburan atau lawak, ini menjadi sesuatu yang cukup lucu dan memprihatinkan. Lucu karena ada kesan merajuk, memprihatinkan karena meminta pemirsa untuk menonton saluran TV lain yang berarti mengalihkan potensi penonton iklan.

Kalau ada staff agency yang melihat twit ini (dan dijamin pasti banyak), pasti reaksi mereka adalah untuk tidak lagi beriklan di TV One karena pemirsa diminta untuk menonton saluran lain. Atau setidaknya meminta penjelasan dari pihak TV One atas isi twit tersebut. Agency yang belum beriklan di TV One juga akan berpikir ulang ketika menganjurkan klien ketika menentukan media penempatan iklan.

Respon yang lucu justru datang dari account @pemirsa:

saya (@pemirsa) tidak pernah sekalipun (apalagi terus-menerus) memaki @tvOneNews seperti yg dituduhkan admin akun tsb.

-@amasna

[update] Permohonan maaf dari Ardi Bakrie atas nama TV One.

Dear tweeps,sy mewakili mngmnt tvOne,meMOHON MAAF yg sedalam-dalamnya,serta dr lubuk hati yg plg dlm atas tweet [tersebut] APAPUN alasannya, sngt TDK PANTAS utk sbh social media resmi,yg mewakilkan prsahaan utk menuliskan hal trsbt,utk itu kami akn memberikan PERINGATAN KERAS kpd ybs.Sekali lg, mohon dibukakan pintu maaf atas hal trsbt. Wass.

hahaha.. you know what? i really want to say “i’ve told you so” for those whose still tune in with TVOne (by all means) bcs: unbelievably stupid anchors asking for the same question hundreds of time in 5 minutes (i don’t know his name), or so many stupid Qs (e.g. Speaker: “…the system is running smoothly, the train was still running on high speed while the red light is on…”; Anchor: “…what’s the meaning of red light?…”; Speaker: “…of course it means you have to stop…” -Argo Bromo Train Crash Case —well if i was the speaker i would answer by “did you really graduate from elementary school, or did you bribe the headmaster to make you pass the test? for god’s sake !@#$%^&*”), or the anchors ACTING smart (but for real..hello suckers, you can’t play smart when you’re obviously not!)

love this comment from dydiarifien!